PT. AGRONUSA BERKAH PERSADA
Agrobusiness -
One-
Eksport dan Import Jagung Indonesia
Impor jagung diperlukan jika produksi nasional kurang mencukupi untuk kebutuhan pabrik pakan. Pada tahun 2000 – 2004 volume impor
jagung selalu di atas 1 juta ton, sementara pada tahun 2005 – 2009 volume impor di bawah 1 juta ton, kecuali tahun 2006 volume impor
mencapai 1,77 juta ton, sementara volume impor jagung periode 2011 – 2015 selalu di atas 3 juta ton, kecuali tahun 2012 hanya sebesar 1,81 juta ton. Tingginya impor jagung pada diperkirakan karena produksi jagung nasional belum mencukupi, sedangkan ada peningkatan kebutuhan jagung untuk bahan baku industri khususnya industri pakan, menyebabkan permintaan jagung impor cukup besar. Pada tahun 2014 volume impor jagung stabil sekitar 3,17 juta ton, dan volume impor tahun 2015 naik menjadi 3,50 juta ton, volume impor tahun 2016 sampai dengan Bulan Mei sebesar 880 ribu ton. Rendahnya volume impor tahun 2016, karena adanya pembatasan/pelarangan impor jagung, dengan tujuan produksi jagung dalam negeri dapat terserap oleh industri pakan.
Selama hampir empat dekade volume ekspor jagung Indonesia cenderung konstan, selama periode tersebut volume ekspor jagung tidak
lebih dari 300 ribu ton. Selama periode 2011-